Kami Sama Sama Menemukan yang Terbaik, Namun .....

Kisah ini berawal dari awal perkenalan kita di sosial media. Dari yg awalnya saya merasa kagum akan sosoknya, meski belum pernah berjumpa. Lalu saling comment di ig teman dan berlanjut dg pertemuan .

Seperti kata pepatah mungkin saat itu kami mengalami love at the first sight.
Saya yg masih menjalin hubungan dg seseorg saat itu, lalu dia muncul dan entah kenapa membuat saya sangat yakin bahwa dia orangnya.
Masih lekat dalam ingatan saya , tepat dua bulan setelah perkenalan , saat itu setelah gagal menonton konser salah satu band favorit kami, dan pada akhirnya berujung hanya dengan makan ramen berdua.
Dikedai sederhana itu, malam setelah maghrib, dengan sangat tiba tiba dia menyatakan perasaanya.
Yaa.
Dia bilang 'saya suka sama kamu, andai kamu tidak bersama dia mungkin skrng saya sudah mengayomi kamu' .
Kata kata itu seolah menjadi titik balik di kehidupan sayaa.
Waaww . Bagaimana rasanya seorang idola balik mengidolakan kamu.
Semua rasanya seperti mimpi. Mengenalmu, mengagumimu dan akhirnya kamu pun juga mengagumiku.
Selang berapa lama, saya mengakhiri hubungan dg seseorang yg sudah lama menjalin hubungan dg saya.
Jika kamu membaca ini, lho kok tiba tiba putus setelah si dia bilang gitu, kalian selingkuh ya ? . Haha hpir semua org bilang seperti itu. At least , saya sama sekali tidak melakukan perselingkuhan. Ada beberapa hal yang memang tidak bisa dilanjutkan antara saya dg seseorang itu.
Tak lama berselang , seminggu sebelum saya wisuda. Saya dan dia coba jalan jalan berdua.

Batu, Malang
Satu tempat yg jadi pilihan kita berdua.
Masih teringat dengan jelas, bagaimana dia mengungkapkan semua perasaanya. Meski baru tiga bulan kami berkenalan namun Tergambar dengan jelas bagaimana dia terlihat serius menjalin hubungan dengan saya.
Bahagiaa
Sangat bahagia.
Tidak dapat tergambar bagaimana saat itu perasaan saya.
Rasanya semua duka yg selama ini menggelayut di dada. Terhempas begitu saja saat dia menyatakannya.
Seminggu setelah itu , saya diwisuda. Dia datang. Senang sekali bisa wisuda dengan ditemani kesayangan.
Namun ,
Disinilah babak baru kisah kita dimulai.
Sehari setelah saya diwisuda.
Dia pamit.
Pergi ke sebuah tempat diujung pulau jawa untuk menggapai mimpinya.
Wisuda saya menjadi momen terakhir saya berjumpa dengannya , sebelum dia akhirnya benar benar pergi tuk menggapai segala cita cita.
Sebulan , dua bulan berselang
Untuk pasangan ldr tentu waktu itu sudah sangat cukup untuk menabung rindu.
Akhirnya di ujung tahun saya dijinkan bertemu dg dia. Meski harus melewati duabelas jam dikereta. Tak apa. Semuanya terbayar dengan pertemuan.

Tahun berganti.
Dia tak juga pulang.
Bulan keempat akhirnya dia pulang.
Kepulangan pertamanya saat itu sungguh membahgiakan.
Diajaknya saya bertemu dg keluarga besarnya.
Diperknalkan dengan saudara saudaranya.
Waaaw. Ini momen yg paling mendebarkan sekaligus mengharukan untuk saya
Dia bilang ' biar keluarga saya tau , kalau kamu calon saya'
Rasanya sudah tidak tergambar lagi bagaimana bahagianya saya disana.
Malam itu , sepulang dari rumahmu.
Tidak hentinya saya bersyukur ditemukan kamu. Seseorang yang saya yakini akan saya hidup denganya , selamanyaa
Seseorang yang selalu menjadi penyemangat saya. Terima kasih.
Kamu kembali ke prantauan. Berat rsanya melepasmu kembali pergi.
Namun,
Dua bulan setelahnya kau pulang lagi.
Tepat pertengahan tahun setelah lebaran.
Tapi setelahnya kau bilang.
Mungkin setelah ini akan lama sekali saya tidak akan pulang.
Mungkin di penghujung tahun saya baru akan pulang.
Whaaaat ?
Itu bagai petir disiang bolong bagi saya.
Saya tidak bisa bayangkan tak berjumpa enam bulan lamanya dengan dia.
Namun saya coba bertahan , semnagat semangatmu disana membuat saya terus bersemangat menjalani hidup, menggapai mimpi saya.

Selama enam bulan tak bertemu, banyak hal terjadi.
Saya diterima beasiswa S2. Disitu juga saya dipertemukan dg banyak org oramg hebat. Jogja manjadi saksi bagaimana begitu banyak orang hebat diluar sana yang belum saya tahu.
Dan setelahnha.
Saya mencoba mengikuti salah satu tes yang jadi impian saya dan orang tua saya.
Dites pertama saya gagal.
Namun Alhamdulillah.
Sepulang dari jogja , ada kabar bahagia. Ternyata saya masih dipanggil lagi untuk tes lanjutan
Dan disini saya mulai merasa ada yang mengganjal
Saat saya kirim kabar soal tes itu. Dia tidak bersemangat seperti sebelumnya. Namun saya masih berfikiran positif. Mungkin dia sedang mencoba menerima.
Tepat di penghujung tahun kabar bahagia itu akhirnya datang.
Alhamdulillah saya diterima. Dalam sebuah perkejaan yamg dicita-citakan begitu banyak orang.
Namun , kebahagiaan itu ternyata tidak berlaku dalam kisah saya dan dia.
Malam sepulang kamu bekerja , saya kirim kabar bahagia itu lewat sebuah pesan singkat.
Respon yg saya terima saat itu berbeda.
Diawal tahun , saya dan dia berdebat , mendikusikan bagaimana jadinya nanti harus terpaut jarak begitu lamanya. Sampai akhirnya , dia meminta waktu untuk sendiri.
Saat itu rasanya saya tidak bisa melakukan apa apa. Banyak ucapan selamat datang tapi saya rasanya tidak merasakan sama. Apakah memang disetiap bahagia harus terselip duka ?
Sehari dua hari , ternyata dia coba menghubungi. Dan mencari saya. Berawal dari situ , dia coba hubungi saya.
Yaa , berkomunikasi hanya via telfon selalu menjadi andalan kami berdua selama ini. Menit menit awal berlalu dg kami yang saling merindukan , dan dipertengahan, tibalah saat kita membahas masa depan.
Beraat
Sungguh sangat berat.
Ada satu titik dimana kami harus saling merelakan
Satu titik dimana tidak bisa saya terima saat itu.
Hati saya terguncang , sangat hebat.
Pasrah. Itu yang saat itu hanya bisa kami lakukan.
Hubungan saya dan dia sungguh sangat menggantung saat itu.

Saya tidak bisa harus seperti ini terus.
Saya tidak mau hubungan ini menggantung terus.
Saya harus selesaikan apa yang sudah dimulai.
Sampai akhirnya beberapa hari yang lalu saya bertekad untuk menyusulnya ke ujung pulau jawa.
Mencari jawaban, dan mencari kepastian.
Berbekal nekat dan hanya mencari informasi lewat bantuan mesin pencari. Saya yakinkah hati untuk berangkat kesana.
Sebelas jam dikereta , sampai di ibukota, lalu melanjutkan lagi dua jam perjalanan untuk segera berjumpa.
Rindu , bahagia, segala rasa bercampur aduk saat akhirnya saya berhasil sampai dan berjumpa dengan dia.
Hari pertama , tak banyak kita lalui bersama. Kau harus memenuhi tanggung jawabmu. Dan akhirnya saya menunggu saja di hotel menunggu perjumpaan esok hari.
Dan.

Hari yang dinanti tiba.
Keesokan harinya.
Subuh yg disambut dg sedikit hujan yang membuat suasana kota semakin syahdu.
Pagi sekali kamu menemui saya di penginapan.
Mencari sarapan , merencanakan nonton dan pergi ke pantai. Tidak ada yang lebih bahagia dari pertemun bagi pasangan yang terpisah jarak.
Namun , saat siang datang. Masih lekat saat itu mendekati waktu dhuhur. Saya dan dia kembali membicarakan masa depan.
Hati saya kembali bergejolak , duka itu kembali menganga
Banyak hal yang kita bicarakan.
Ego kita tidak bisa diredakan.
Aku dengan mimpiku
Kamu dengan mimpimu
Dan mimpi mimpi kita tidak bisa saling beriringan.
Saya sudah menyatakan , saya ingin melanjutkan hubungan ingin apapun resikonya nanti didepan
kamu tetap pada pendirianmu. Perasaanmu berkata iyaa , namun logikamu tidak
Dan tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi
Kita benar benar ada pada

Persimpangan . . .

Ya Tuhan, sungguh saat itu sungguh sebuah momen yang amat sangat menyakitkan bagi saya.
Bagaimana bisa , dua orang yang saling sayang harus terpaksa berpisah karena keadaan.
Bagaimana bisa , dua orang yang saling berjuang pada akhirnya harus terhenti karena mimpi.
Saya tidak bisa berkata apa apa lagi saat itu.
Terlalu sakit , terlalu mengiris.
Kedatangan saya kesana, rupanya untuk berpisah dengan dia.
Meski masih baik baik saja , namun hati saya sungguh sangat d remukkan saat itu.
Sedih
Kehilangan arah
Entah harus berbuat apa
Seseorang yang menjadi penyemangat saya
, dan akhirnya kini harus berpisah.
Seseorang yang selalu saya bayangkan masa depan indah bersamanya.
Seseorang yang selalu saya bayangkan menjadi imam dikeluarga saya.
Seseorang yang selalu saya bayangkan berbagi kisah hingga nanti hari tua.
YaTuhan
Tidak pernah semenyakitkan ini berpisah dengan seseorang.

Kami yang pada akhirnya saling berjuang, kini berakhir harus saling merelakan.
Mungkin kami sama sama menemukan yang terbaik ,
Namun
Ternyata Tuhan berkehendak lain.


Dan sekarang , saya hanya bisa berdoa.
Jika memang kita berjodoh, semoga segera diberikan jalan.
Namun jika tidak, semoga saya dan dia diberikan keikhlasan dan kelapangan menerina takdir Tuhan.
Apapun itu,
Yakinlah,
Kamu akan selalu menjadi salah satu hal terindah dalam hidup saya
Bertemu denganmu sungguh seperti sebuah mimpi.
Dan sekarang
Berpisah denganmu rasanya juga seperti mimpi.
Maaf atas segala hal yang mengecewakan dan Terima kasih atas segala pengorbanan dan kasih yang kamu berikan.
Saya akan selalu berdoa semoga dengan siapapun kelak yang akan mendampingimu , kamu akan selalu bahagia.
Saya pamit.
Semoga kelak saat dipertemukan kembali , saya maupun kamu dalam keadaan yang sama sama bahagia entah bersama atau dengan orang yang berbeda.

Komentar

Postingan Populer