Menari dalam Bayangnya.
Selamat pagi semesta . Saat aku coba membuka kelopak mata ,hangatnya sang bagaskara selalu bisa membuatku beranjak dari nyamannya pulau kapuk yang empuk. Ada bayangnya. Perlahan aku sentuhkan telapak kakiku pada lantai yang beberapa minggu ini terasa seperti menyentuhkan kaki pada es. Setapak demi setapak aku langkahkan kakiku keluar menuju ruangan yang meski selalu basah akan air .Ada bayangnya. Tidak besar memang , hanya berukuran 2x2 meter, dengan keramik berwarna biru dan ornamen bergambar angsa pada sisi atas ketamik. Ruangan itulah yang selalu mengembalikan kesadaran setelah saat aku bangun dari mimpi-mimpi indah.Masih ada bayangnya.Saat sudah sadar benar dan sudah merasa segar. Aku langkahkan lagi menuju pulau kapuk ternyamanku. Jarum sang pemberitahu waktu masih mengarah pada angka 9 , namun sang bagaskara sudah mulai meninggi , burung-burung sudah enggan terbang karena terkena hangat bahkan mungkin panasnya sang bagaskara. Anak-anak TK terdengar berlarian. Mereka sudah pulang dari bermain disekolah. Tetap ada bayangnya.
Pagi ini entah kenapa rasanya aku masih ingin terlelap dipulau kapuk ku. Pulau itu memang cukup untuk menampung dua orang , tapi sejak aku lulus dari bangku sekolah dasar sudah kupatenkan bahwa pulau kapuk dengan kain berwarna ungu membentang diatasnya menjadi milikku seorang.Pulau yang ada diruangan berukuran 3x2 meter ,selalu terlihat nyaman. Ruangan yang dicat ungu yang berantakan karena aku sendiri yang mengecatnya. tidak terlalu besar namun selalu membuat aku ingin kembali dan menumpahkan semua lelah , letih , bahagia , sedih dan yang selalu siap menampung semua mimpi-mimpi ku. Entah itu buruk atau kah mimpi yang indah . Ruangan itu tak pernah protes akan apa saja yang selalu aku tuangkan didalamnya.Beberapa foto jadul saat aku masih bayi hingga aku lulus dari bangku SMA dengan sedikit tak beraturan menggantung apa adanya di dinding.Selalu ada bayangnya.
Kini punggungku sudah bertemu dengan empuknya pulau kapuk ku. Kelopak mataku sudah tertutup. Tapi bola mataku masih bergerak-gerak didalamnya. Bola mata yang menurut teman semasa SMP ku itu indah , bahkan bola mata itu diidolakan oleh adik kelas waktu di SMA. Sedikit berfikir. Ada bayangnya .Baru beberapa menit kelopak mataku menutup, bayang itu muncul kembali , bayangan yang entah mataku yang bermasalah atau itu hanya pantulan bayangan diotakku saja. Bayangan yang sudah tiga tahun terakhir ini sama sekali tidak ingin beranjak pergi dari penglihatan , dari otak ku. Bayangan yang selalu mampu membuat bibirku bergerak tersenyum , yang selalu bisa membuat mata yang kata temen SMP ku indah ini berbinar-binar. Bayangan yang selalu mebuat jantungku ini berdegup dengan kencang . Yang selalu membuat aliran deras pada darahku. Yang selalu mampu membuat semu merah dipipi. Sungguh menakjubkan bukan?.
Bayangan itu , bayangan seseorang makhluk ciptaan Tuhan yang aku sebut dia lelaki dengan tubuhnya yang menjulang tinggi. Tingginya yang sudah menyentuh angka 180 cm. Rambut jabriknya , wajahnya yang teduh yang selalu berhasil meneduhkan perasaanku. Tidak setampan artis-artis korea memang, tidak juga setampan artis-artis indo , tapi sosok itulah yang bayangannya selalu hadir , sosok yang selalu mampu membut aku rindu , membuat aku betah berlama-lama dengannya. Seorang dengan dekapan tangan terhangat yang pernah aku rasakan. Dia bukan yang pertama dalam hidupku , dia menjadi kedua ,dan aku selalu berharap akan menjadi yang terakhir bagiku.
Lelaki itu. Lewat perjumpaan yang tidak sengaja didalam kelas saat pertama kali aku memasuki masa awalku dibangku sekolah menengah pertama. Saat kulihat dia , sedikit mengingatkan aku pada seseorang yang aku sebut pertama tadi. Tapi , lamat-lamat kuperhatikan. Aah tidak mereka tidak mirip. saat itupula entah datang prasangka darimana. Mungkinkah Tuhan yang mengirim prasangka itu? Prasangka yang seharusnya sama sekali belum pantas untuk terbesit pada anak kecil polos yang masih duduk dibangku SMP. Anak kecil yang bahkan masing sering merengek menangis pada ibunya. Dia jodohku. Prasangka yang sungguh aneh bukan.
Setahun , dua tahun berlalu. Aku dan dia memang selalu berada dalam kelas yang sama, karena memang kelas kami tidak pernah diacak seperti tahun-tahun sebelumnya. Prasangka yang muncul saat pertama kali melihatnya itu sudah hampir seratus persen aku lupakan. Bahkan selama dua tahun itu, hampir tidak ada satupun kalimat yang aku bicarakan dengannya. Menginjak tahun ketiga, tahun dimana kita menjadi yang paling senior disekolah itu.Tahun yang disibukkan dengan belajar , belajar dan belajar . Tiba-tiba prasangka itu menyeruak dan menembus kembali dalam ingatanku saat ada salah satu teman nyeletuk asal "kau dan juga dia sepertinya jodoh , wajah kalian mirip". Hah ? mirip? apa iya ? Kulihat kaca lalu kuperhatikan dia, kulihat kaca lagi , kuperhatikan dia lagi begitu terus sampai terulang lima kali. memang sedikit mirip.
Beberapa bulan kemudian aku dan dia berhasil menyelesaikan pendidikan di bangku SMP. Dan mungkin sudah menjadi takdir Tuhan.Kita dipertemuakn kembali dibangku SMA. Kita satu sekolah. Karena disekolah itu kelas kami minoritas ,dan kelasku dan juga kelasnya kebetulan sekali berdekatan, lama-kelamaan kami jadi akrab. Yang dulunya hampir sama sekali tidak berbincang-bincang , sekarang malah asyik tertawa terbahak-bahak dengannya, bahkan menangis dihadapannya pun aku pernah. Kita sudah seperti sahabat.
Bulan pun berlalu , dan aku dengan dia semakin dekat. Kita sahabat tapi ..... , bohong memang jika aku katakan tidak ada perasaan yang lain selain sahabat. Apalagi kita sudah begitu dekat. Perasaan yang lain itu semakin menggebu saat perhatiannya , kata-kata mesranya , cerita-ceritanya selalu dibagi denganku.Aku sempat bertanya-tanya. Apa dia punya perasaan yang sama sepertiku. Sama menggebunya seperti yang sedang aku rasakan?. Dan lagi-lagi prasangka itu muncul kembali , bahkan mengatakan ,iya.
Aku yang semakin yakin dia punya perasaan yang sama ,namun dia yang tidak pernah mau mengakuinya. Namun , perasaan yakin ku itu runtuh, bahkan hancur berkeping-keping menjadi debu-debu yang bahkan kau tak bisa melihatnya kasat mata. Sangat hancur saat dia bercerita bahwa dia jatuh cinta pada wanita , tapi bukan aku. Dan pada akhirnya aku putuskan menyerah pada perasaan yang lain itu.
Waktu berganti , dan perasaanku itu coba kupendam dan kukubur dalam-dalam. Namun , prasangka dan perasaan itu kembali muncul.Ketika malam saat aku berkirim pesan dengan ditemani gerimis romantis, tiba-tiba dia mengirimkan pesan tak terduga. Pesan yang membuat hidupku berwarna , membuat sejuta cahaya hadir dalam gelap malamku , pesan yang mengubah hidupku. Membuncah rasanya. Bahagia. Bahkan mungkin saat itu aku adalah wanita paling bahagia dimuka bumi ini.
Sejak saat itulah , sejak saat itu bayangannya selalu hadir dan muncul dalam setiap waktuku , setiap mimpiku , pagi , siang , sore dan malamku. Sosok , yang meski hanya menjadi bayangan saat aku tak berasamanya akan selalu menjadi bayangan yang paling indah dalam hidupku. Bahkan menari , meski dalam bayangnyapun aku mau asal selalu bisa bersamanya,meski hanya bayangan semata. Hanya bayangnya. Selalu bayangnya. tetap dan akan selalu menjadi bayang yang tak akan pernah beranjak pergi dari pandanganku.
Pagi ini entah kenapa rasanya aku masih ingin terlelap dipulau kapuk ku. Pulau itu memang cukup untuk menampung dua orang , tapi sejak aku lulus dari bangku sekolah dasar sudah kupatenkan bahwa pulau kapuk dengan kain berwarna ungu membentang diatasnya menjadi milikku seorang.Pulau yang ada diruangan berukuran 3x2 meter ,selalu terlihat nyaman. Ruangan yang dicat ungu yang berantakan karena aku sendiri yang mengecatnya. tidak terlalu besar namun selalu membuat aku ingin kembali dan menumpahkan semua lelah , letih , bahagia , sedih dan yang selalu siap menampung semua mimpi-mimpi ku. Entah itu buruk atau kah mimpi yang indah . Ruangan itu tak pernah protes akan apa saja yang selalu aku tuangkan didalamnya.Beberapa foto jadul saat aku masih bayi hingga aku lulus dari bangku SMA dengan sedikit tak beraturan menggantung apa adanya di dinding.Selalu ada bayangnya.
Kini punggungku sudah bertemu dengan empuknya pulau kapuk ku. Kelopak mataku sudah tertutup. Tapi bola mataku masih bergerak-gerak didalamnya. Bola mata yang menurut teman semasa SMP ku itu indah , bahkan bola mata itu diidolakan oleh adik kelas waktu di SMA. Sedikit berfikir. Ada bayangnya .Baru beberapa menit kelopak mataku menutup, bayang itu muncul kembali , bayangan yang entah mataku yang bermasalah atau itu hanya pantulan bayangan diotakku saja. Bayangan yang sudah tiga tahun terakhir ini sama sekali tidak ingin beranjak pergi dari penglihatan , dari otak ku. Bayangan yang selalu mampu membuat bibirku bergerak tersenyum , yang selalu bisa membuat mata yang kata temen SMP ku indah ini berbinar-binar. Bayangan yang selalu mebuat jantungku ini berdegup dengan kencang . Yang selalu membuat aliran deras pada darahku. Yang selalu mampu membuat semu merah dipipi. Sungguh menakjubkan bukan?.
Bayangan itu , bayangan seseorang makhluk ciptaan Tuhan yang aku sebut dia lelaki dengan tubuhnya yang menjulang tinggi. Tingginya yang sudah menyentuh angka 180 cm. Rambut jabriknya , wajahnya yang teduh yang selalu berhasil meneduhkan perasaanku. Tidak setampan artis-artis korea memang, tidak juga setampan artis-artis indo , tapi sosok itulah yang bayangannya selalu hadir , sosok yang selalu mampu membut aku rindu , membuat aku betah berlama-lama dengannya. Seorang dengan dekapan tangan terhangat yang pernah aku rasakan. Dia bukan yang pertama dalam hidupku , dia menjadi kedua ,dan aku selalu berharap akan menjadi yang terakhir bagiku.
Lelaki itu. Lewat perjumpaan yang tidak sengaja didalam kelas saat pertama kali aku memasuki masa awalku dibangku sekolah menengah pertama. Saat kulihat dia , sedikit mengingatkan aku pada seseorang yang aku sebut pertama tadi. Tapi , lamat-lamat kuperhatikan. Aah tidak mereka tidak mirip. saat itupula entah datang prasangka darimana. Mungkinkah Tuhan yang mengirim prasangka itu? Prasangka yang seharusnya sama sekali belum pantas untuk terbesit pada anak kecil polos yang masih duduk dibangku SMP. Anak kecil yang bahkan masing sering merengek menangis pada ibunya. Dia jodohku. Prasangka yang sungguh aneh bukan.
Setahun , dua tahun berlalu. Aku dan dia memang selalu berada dalam kelas yang sama, karena memang kelas kami tidak pernah diacak seperti tahun-tahun sebelumnya. Prasangka yang muncul saat pertama kali melihatnya itu sudah hampir seratus persen aku lupakan. Bahkan selama dua tahun itu, hampir tidak ada satupun kalimat yang aku bicarakan dengannya. Menginjak tahun ketiga, tahun dimana kita menjadi yang paling senior disekolah itu.Tahun yang disibukkan dengan belajar , belajar dan belajar . Tiba-tiba prasangka itu menyeruak dan menembus kembali dalam ingatanku saat ada salah satu teman nyeletuk asal "kau dan juga dia sepertinya jodoh , wajah kalian mirip". Hah ? mirip? apa iya ? Kulihat kaca lalu kuperhatikan dia, kulihat kaca lagi , kuperhatikan dia lagi begitu terus sampai terulang lima kali. memang sedikit mirip.
Beberapa bulan kemudian aku dan dia berhasil menyelesaikan pendidikan di bangku SMP. Dan mungkin sudah menjadi takdir Tuhan.Kita dipertemuakn kembali dibangku SMA. Kita satu sekolah. Karena disekolah itu kelas kami minoritas ,dan kelasku dan juga kelasnya kebetulan sekali berdekatan, lama-kelamaan kami jadi akrab. Yang dulunya hampir sama sekali tidak berbincang-bincang , sekarang malah asyik tertawa terbahak-bahak dengannya, bahkan menangis dihadapannya pun aku pernah. Kita sudah seperti sahabat.
Bulan pun berlalu , dan aku dengan dia semakin dekat. Kita sahabat tapi ..... , bohong memang jika aku katakan tidak ada perasaan yang lain selain sahabat. Apalagi kita sudah begitu dekat. Perasaan yang lain itu semakin menggebu saat perhatiannya , kata-kata mesranya , cerita-ceritanya selalu dibagi denganku.Aku sempat bertanya-tanya. Apa dia punya perasaan yang sama sepertiku. Sama menggebunya seperti yang sedang aku rasakan?. Dan lagi-lagi prasangka itu muncul kembali , bahkan mengatakan ,iya.
Aku yang semakin yakin dia punya perasaan yang sama ,namun dia yang tidak pernah mau mengakuinya. Namun , perasaan yakin ku itu runtuh, bahkan hancur berkeping-keping menjadi debu-debu yang bahkan kau tak bisa melihatnya kasat mata. Sangat hancur saat dia bercerita bahwa dia jatuh cinta pada wanita , tapi bukan aku. Dan pada akhirnya aku putuskan menyerah pada perasaan yang lain itu.
Waktu berganti , dan perasaanku itu coba kupendam dan kukubur dalam-dalam. Namun , prasangka dan perasaan itu kembali muncul.Ketika malam saat aku berkirim pesan dengan ditemani gerimis romantis, tiba-tiba dia mengirimkan pesan tak terduga. Pesan yang membuat hidupku berwarna , membuat sejuta cahaya hadir dalam gelap malamku , pesan yang mengubah hidupku. Membuncah rasanya. Bahagia. Bahkan mungkin saat itu aku adalah wanita paling bahagia dimuka bumi ini.
Sejak saat itulah , sejak saat itu bayangannya selalu hadir dan muncul dalam setiap waktuku , setiap mimpiku , pagi , siang , sore dan malamku. Sosok , yang meski hanya menjadi bayangan saat aku tak berasamanya akan selalu menjadi bayangan yang paling indah dalam hidupku. Bahkan menari , meski dalam bayangnyapun aku mau asal selalu bisa bersamanya,meski hanya bayangan semata. Hanya bayangnya. Selalu bayangnya. tetap dan akan selalu menjadi bayang yang tak akan pernah beranjak pergi dari pandanganku.
With Love
L.Z.S

Komentar
Posting Komentar