Cinta Namun Benci

Hai semesta
Senandung rindu mengalun seiring jatuhnya cahaya terakhir malam ini
Kekosongan mulai mendera langit yang sedari tadi biru terhampar
Ketika bias bayangnya memantul dalam fikiran
Hangatnya kekuatan itu perlahan merasuk , tenggelam dalam angan.
Indah , cantiknya lekuk bibir yang hanya fatamorgana

Asa terkadang mendorong tuk berpaling pada hening,
Raga yang terkadang mau untuk berakhir
beku , terjebak antara sudut cakrawala 
Cinta dan benci , memeluk hati yang hanya seserpih
 

Komentar

Postingan Populer